Sepeda, berbagi kisah dan harapan.
Melihat buku yang pernah dibicarakan beberapa teman di MP.
BERBAGI KISAH DAN HARAPAN. Perjalanan Modernisasi Direktorat Jenderal Pajak
Baru satu kisah yang sudah kubaca, tentang MTU. Ternyata prototype MTU pertama ada di KP4 (sekarang KP2KP) Banjarnegara.
Trus apa hubungannya dengan sepeda? Apakah MTUnya sepeda? Bukan, bukan, tapi I hope so sih bisa menggunakan sepeda buat kampanye perpajakan...
Bagi yang udah baca pasti tahu, bahwa sepeda menjadi cover dari buku tersebut. Dua orang anak kecil sedang bersepeda berboncengan di tepi pantai.
Sepeda menjadi lambang dari suatu harapan.
Jika kita simak kisah para pendahulu gerakan bersepeda ke tempat kerja (Bike to Work) mungkin selaras juga dengan para penggagas modernisasi di DJP ataupun perubahan2 lainnya dari status quo yang nyaman (bagi beberapa orang) tapi ternyata merugikan bagi lebih banyak orang.
Banyak cibiran dari orang2 yang terlanjur nyaman dalam merugikan orang lain. "Ngapain capek2 pake sepeda? Enakan naik mobil, adem, nyaman, dsb. Ngapain lu nggak mau terima amplop? Sok alim lu!.." dsb.
Padahal mereka hanya sedikit ingin berkontribusi untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Kalaupun dibilang susah, nggak ngefek, dsb tapi paling nggak mereka nggak mau menjadi bagian dari perusak. Mereka nggak mau menjadi penyumbang polusi, penambah kemacetan lalu lintas, pemakan uang yang harusnya jadi pendapatan negara atau disalurkan untuk kepentingan bangsa dan negara.
Dan sekarang sudah terbukti kan, ada perkembangan. Makin banyak orang yang bersepeda ke tempat kerja, modernisasi sudah menjadi agenda resmi DJP dan kementerian keuangan pada umumnya, dsb.
Meski kita sadar perjalanan kita masih sangat jauh. Jalanan masih saja macet, korupsi masih saja ditemukan, keadilan belum sepenuhnya tegak. Mari kita jadi bagian dari perubahan....
BERBAGI KISAH DAN HARAPAN. Perjalanan Modernisasi Direktorat Jenderal Pajak
Baru satu kisah yang sudah kubaca, tentang MTU. Ternyata prototype MTU pertama ada di KP4 (sekarang KP2KP) Banjarnegara.
Trus apa hubungannya dengan sepeda? Apakah MTUnya sepeda? Bukan, bukan, tapi I hope so sih bisa menggunakan sepeda buat kampanye perpajakan...
Bagi yang udah baca pasti tahu, bahwa sepeda menjadi cover dari buku tersebut. Dua orang anak kecil sedang bersepeda berboncengan di tepi pantai.
Sepeda menjadi lambang dari suatu harapan.
Jika kita simak kisah para pendahulu gerakan bersepeda ke tempat kerja (Bike to Work) mungkin selaras juga dengan para penggagas modernisasi di DJP ataupun perubahan2 lainnya dari status quo yang nyaman (bagi beberapa orang) tapi ternyata merugikan bagi lebih banyak orang.
Banyak cibiran dari orang2 yang terlanjur nyaman dalam merugikan orang lain. "Ngapain capek2 pake sepeda? Enakan naik mobil, adem, nyaman, dsb. Ngapain lu nggak mau terima amplop? Sok alim lu!.." dsb.
Padahal mereka hanya sedikit ingin berkontribusi untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Kalaupun dibilang susah, nggak ngefek, dsb tapi paling nggak mereka nggak mau menjadi bagian dari perusak. Mereka nggak mau menjadi penyumbang polusi, penambah kemacetan lalu lintas, pemakan uang yang harusnya jadi pendapatan negara atau disalurkan untuk kepentingan bangsa dan negara.
Dan sekarang sudah terbukti kan, ada perkembangan. Makin banyak orang yang bersepeda ke tempat kerja, modernisasi sudah menjadi agenda resmi DJP dan kementerian keuangan pada umumnya, dsb.
Meski kita sadar perjalanan kita masih sangat jauh. Jalanan masih saja macet, korupsi masih saja ditemukan, keadilan belum sepenuhnya tegak. Mari kita jadi bagian dari perubahan....

Komentar