Beruntung
Ada pepatah yang bilang katanya:
orang pandai kalah sama orang cerdas
orang cerdas kalah sama orang culas
orang culas kalah sama orang licik
orang licik kalah sama orang beruntung
Jadi, dapat disimpulkan bahwa beruntung adalah tingkat intelejensi yang tertinggi, yang bisa mengalahkan orang pandai, cerdas, culas, dan licik. Kalau di tes IQ orang beruntung dapet nilainya pasti paling tinggi.
Orang pandai sebelum tes IQ belajar, orang cerdas sebelum tes IQ mencari tips2 dan trik2 mengerjakan tes IQ.
Orang culas saat tes IQ nyontek jawaban2 orang pandai dan orang cerdas
Orang licik berusaha memanipulasi hasil tes IQ dengan menyuap panitianya atau meng-hack sistemnya.
Kebetulan si orang liciknya salah dalam memanipulasi hasil tes IQ sehingga orang yang beruntunglah yang nilainya jadi paling tinggi...
Tapi ada beberapa masalah di sini. Pandai dan cerdas mungkin bisa diturunkan secara genetis dan dengan banyak belajar bisa diraih. licik dan culas bisa juga dilatih, tetapi beruntung tidak bisa dipelajari maupun diturunkan.
Keberuntungan juga tidak bisa datang setiap saat kita menginginkannya. Atau paling tidak kita tidak/belum bisa menerima bahwa apa yang terjadi pada kita itu merupakan suatu keberuntungan.
Namun ternyata ada petunjuk2 agar kita bisa jadi orang yang beruntung. Dalam banyak ayat Al-Quran diakhiri dengan kalimat "mereka itulah orang-orang yang beruntung". Dan siapa sajakah dalam Al Quran yang dimaksud orang-orang yang beruntung? diantaranya adalah sebagai berikut:
1. mendapat petunjuk dari Tuhan mereka/orang yang beiman (2:5), (31:5), (23:1), (7:157)
2. bertakwa kepada Allah menurut kesanggupan, mendengar serta taat, menafkahkan nafkah yang baik, dan dipelihara dari kekikiran dirinya (64:16)
3. bertebaran di muka bumi seusai sholat, mencari nafkah yang baik, dan mengingat Allah sebanyak2nya (62:10)
4. Mencintai saudaranya yang berhijrah dan mau membantu meskipun mereka sendiri masih dilanda kekurangan (59:9)
5. Tidak menyayangi/saling bekasih sayang dengan orang2 yang menentang Allah dan Rasul-Nya (58:22)
6. memberi kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan (30:38)
7. bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka mengucap. "Kami mendengar, dan kami patuh." (24:51)
8. menahan pandangan dan kemaluan, serta menutup aurat (24:31)
9. berjihad dengan harta dan diri mereka (9:88)
10. apabila memerangi pasukan (musuh), berteguh hati dan menyebut (nama) Allah sebanyak-banyaknya (8:45)
11. berat timbangan kebaikannya (7:8)
12. bersabar dan siap siaga (3:200)
13. menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar (3:104)
orang pandai kalah sama orang cerdas
orang cerdas kalah sama orang culas
orang culas kalah sama orang licik
orang licik kalah sama orang beruntung
Jadi, dapat disimpulkan bahwa beruntung adalah tingkat intelejensi yang tertinggi, yang bisa mengalahkan orang pandai, cerdas, culas, dan licik. Kalau di tes IQ orang beruntung dapet nilainya pasti paling tinggi.
Orang pandai sebelum tes IQ belajar, orang cerdas sebelum tes IQ mencari tips2 dan trik2 mengerjakan tes IQ.
Orang culas saat tes IQ nyontek jawaban2 orang pandai dan orang cerdas
Orang licik berusaha memanipulasi hasil tes IQ dengan menyuap panitianya atau meng-hack sistemnya.
Kebetulan si orang liciknya salah dalam memanipulasi hasil tes IQ sehingga orang yang beruntunglah yang nilainya jadi paling tinggi...
Tapi ada beberapa masalah di sini. Pandai dan cerdas mungkin bisa diturunkan secara genetis dan dengan banyak belajar bisa diraih. licik dan culas bisa juga dilatih, tetapi beruntung tidak bisa dipelajari maupun diturunkan.
Keberuntungan juga tidak bisa datang setiap saat kita menginginkannya. Atau paling tidak kita tidak/belum bisa menerima bahwa apa yang terjadi pada kita itu merupakan suatu keberuntungan.
Namun ternyata ada petunjuk2 agar kita bisa jadi orang yang beruntung. Dalam banyak ayat Al-Quran diakhiri dengan kalimat "mereka itulah orang-orang yang beruntung". Dan siapa sajakah dalam Al Quran yang dimaksud orang-orang yang beruntung? diantaranya adalah sebagai berikut:
1. mendapat petunjuk dari Tuhan mereka/orang yang beiman (2:5), (31:5), (23:1), (7:157)
2. bertakwa kepada Allah menurut kesanggupan, mendengar serta taat, menafkahkan nafkah yang baik, dan dipelihara dari kekikiran dirinya (64:16)
3. bertebaran di muka bumi seusai sholat, mencari nafkah yang baik, dan mengingat Allah sebanyak2nya (62:10)
4. Mencintai saudaranya yang berhijrah dan mau membantu meskipun mereka sendiri masih dilanda kekurangan (59:9)
5. Tidak menyayangi/saling bekasih sayang dengan orang2 yang menentang Allah dan Rasul-Nya (58:22)
6. memberi kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan (30:38)
7. bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka mengucap. "Kami mendengar, dan kami patuh." (24:51)
8. menahan pandangan dan kemaluan, serta menutup aurat (24:31)
9. berjihad dengan harta dan diri mereka (9:88)
10. apabila memerangi pasukan (musuh), berteguh hati dan menyebut (nama) Allah sebanyak-banyaknya (8:45)
11. berat timbangan kebaikannya (7:8)
12. bersabar dan siap siaga (3:200)
13. menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar (3:104)

Komentar